Narkoba Senilai RP45 Miliar Dimusnahkan

| Rabu, 05-11-2014 | 18:50 WIB

Medan - Kepolisian Resor Kota Medan memusnahkan narkoba jenis sabu-sabu, ganja, dan ekstasi yang bernilai Rp45 miliar lebih di Lapangan Cadika, Kecamatan Medan Johor, Rabu (5/11/2014).

Pemusnahan tersebut disaksikan Kapolda Sumut Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo, Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta, Kabid Pemberantasan BNN Sumut AKBP Joko Susilo, dan Sekda Pemkot Medan Syaiful Bahri Lubis.

Dalam lembaran berisi keterangan pers yang diberikan, disebutkan narkoba yang dimusnahkan itu terdiri dari ganja kering seberat 665,34 kg yang bernilai Rp532 juta lebih di pasaran gelap. Secara keseluruhan, jumlah ganja kering yang diamankan 667 kg. Namun sebagian disisihkan ke Labfor Cabang Medan yakni seberat 1,66 kg untuk diperiksa.

Kemudian, sabu-sabu dengan berat 27,708 kg setelah disisihkan untuk diperiksa di Labfor Cabang Medan sebanyak 314,45 gram. Di pasaran gelap, jumlah sabu-sabu tersebut diperjualbelikan dengan harga Rp41 miliar lebih.

Sedangkan narkoba lain yang dimusnahkan adalah ekstasi sebanyak 34.310 butir setelah disisihkan sebanyak 540 untuk diperiksa di Labfor Cabang Medan. Di pasaran gelap, harga ekstasi sebanyak itu bisa mencapai Rp3,43 miliar.

Dalam kegiatan tersebut, kepolisian juga memusnahkan zat berbahaya yang dapat dipergunakan untuk membuat narkoba berupa serbuk berwarna pink seberat 478 gram. Jika ditotalkan secara keseluruhan, nilai materi sabu-sabu, ganja kering, dan ekstasi yang dimusnahkan tersebut mencapai Rp45 miliar lebih.

Jumlah narkoba tersebut merupakan hasil penangkapan dan pengembangan 15 kasus peredaran gelap narkoba yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan sejak Juli hingga awal November 2014 dengan tersangka sebanyak 21 orang.

Usai pemusnahan, Kapolda Sumut Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo menyampaikan apresiasi terhadap keberhasilan Polresta Medan, terutama kinerja Satuan Reserse Narkoba di bawah kepemimpinan Kompol Donny Alexander.

Menurut Kapolda, banyaknya narkoba yang diamankan tersebut, apalagi dengan jenis yang beragam, menjadi bukti bahwa provinsi itu bukan hanya menjadi tempat transit, melainkan lokasi pemasaran narkoba. Jaringan pengedar tersebut narkoba berupaya memanfaatkan perubahan gaya hidup generasi muda di Sumut yang memiliki kerentanan terhadap obat terlarang.

Sebagai instansi yang diberi tanggung jawab dalam pemberantasan narkoba, pihaknya berupaya semaksimal melakukan upaya hukum untuk mencegah masuknya zat yang membahayakan kesehatan dan keselamatan generasi muda tersebut.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan operasi di perbatasan Aceh dan merazia berbagai pelabuhan di Sumut untuk mencegah masuknya obat terlarang itu.

Untuk jangka panjang, Polda Sumut akan berangkat ke Malaysia untuk menjalin kerja sama dengan pihak kepolisian di negara tersebut dalam menghambat masuknya narkoba ke Sumut. (ant/bim)

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Selesai dari Tugas Militer, Choi Si-won Akan Kunjungi Vietnam untuk Kampanye UNICEF

Selesai dari Tugas Militer, Choi Si-won Akan Kunjungi Vietnam untuk Kampanye UNICEF

Covesia.com - Resmi menyelesaikan tugas militernya, Choi Si-won anggota dari boyband Korea Selatan Super Junior akan mengunjungi Vietnam pekan depan...

Ikuti Akun Twitter Covesia.com

Wawancara

Foto Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Hindari Masalah di Perbankan dan Pahami 'BI Checking' Dengan Benar

Covesia.com - Dunia perbankan sudah menjadi bagian dari rutinitas perekonomian di dunia. Setiap urusan keuangan nyaris tidak terlepas dari...

Website Monitoring